Saturday, July 28, 2012

BUKEK SIANSU : Seri Keduabelas

BUKEK SIANSU : Seri Keduabelas - BUKEK SIANSU : Seri Keduabelas - Lanjutan Kho Ping Hoo - Bukek Siansu Seri Kesebelas - Selesai

        asing yang bertubuh jangkung, bersikap gagah dan berkulit coklat gelap, bermata tajam dan bercambang bauk
        berkeliaran di daerah itu. Di tengah jalan, dia melihat seorang laki-laki asing yang tinggi besar dan gagah,
        memegang gandewa dan akan panah dikelilingi prajurit-prajurit Han dan Arab sambil tertawa-tawa. Laki-laki
        berusia tiga puluh tahun lebih yang gagah itu berkata
READ MORE - BUKEK SIANSU : Seri Keduabelas

BUKEK SIANSU : Seri Kesebelas

BUKEK SIANSU : Seri Kesebelas - BUKEK SIANSU : Seri Kesebelas - Lanjutan Kho Ping Hoo - Bukek Siansu Seri Ke Sepuluh

        bertumpuk-tumpuk dan berserakan, darah manusia membanjiri padang rumput. Namun akhirnya, betapapun gigih
        Panglima Kok Cu It melakukan perlawanan setelah dia menyuruh pasukan pengawal mengiringkan Kaisar lebih dulu
        menyelamatkan diri ke kota raja, karena kalah banyak jumlah pasukannya, Tung Kuan jatuh ketangan pihak An Lu
        Shan. Pasukan-pasukan yang masih dapat bertahan segera
READ MORE - BUKEK SIANSU : Seri Kesebelas

BUKEK SIANSU : Seri Kesepuluh

BUKEK SIANSU : Seri Kesepuluh - BUKEK SIANSU : Seri Kesepuluh - Lanjutan Kho Ping Hoo - Bukek Siansu Seri Kesembilan

        memilih jalan ke kanan. Setelah kini matanya terbiasa, ternyata terowongan itu tidaklah terlalu gelap benar.
        Ada sinar matahari yang masuk dan memantul sampai ke dalam terowongan, entah dari mana masuknya sinar itu. Dia
        berjalan agak cepat ke depan dan terowongan yang dipilihnya itu ternyata berakhir pula dengan simpangan, kini
        simpang empat! "Aihhh....!" dia mengeluh lalu mengerahkan
READ MORE - BUKEK SIANSU : Seri Kesepuluh

BUKEK SIANSU : Seri Kesembilan

BUKEK SIANSU : Seri Kesembilan -
Liu Bwee, wanita cantik yang usianya kurang lebih tiga puluh lima tahun dan masih kelihatan muda sekali itu
        mengasingkan diri dan bertapa di pulau kosong sampai hampir enam bulan lamanya. Dia sudah menemukan ketentraman
        batin, melupakan segala urusan duniawi. Namun ada saja sebabnya kalau memang belum jodohnya menjadi pertapa.
        Pada suatu hari, badai yang amat hebat mengamuk. Badai inilah yang membasahi Pulau Es dan badai ini mengamuk
READ MORE - BUKEK SIANSU : Seri Kesembilan

BUKEK SIANSU : Seri Kedelapan

BUKEK SIANSU : Seri Kedelapan -
kerajaan yang luas sekali wilayahnya. Di jaman pemerintahannya inilah (712-756) di Tiongkok bermunculan
        sastrawan-sastrawan dan pelukis-pelukis yang menjadi terkenal sekali dalam sejarah, seperti Li Tai-po, Tu Fu,
        Wang Wei dan lain-lain. Namun, disayangkan bahwa kebijaksanaan Beng Ong dalam mengemudikan roda pemerintahan
READ MORE - BUKEK SIANSU : Seri Kedelapan
Powered by Blogger.